Geliat Pembangunan Nias Barat yang Tak Kunjung Padam Ditengah Keterbatasan

BERITA9, NIAS BARAT – Pertama kali menginjakkan kaki di Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, tim liputan dari Jakarta dan Medan dikagetkan dengan situasi yang diluar dugaan, dengan kondisi alam yang berbukit, Kabupaten paling Barat di Indonesia itu masih menyimpan sejuta pesoa alam yang sangat eksotik. Tidak hanya bukit yang asri, Nias Barat juga menawarkan sejuta pesona pantai yang sangat indah, tidak kalah dengan Pulau Bali, bahkan beberapa wisatawan yang ditemui tim liputan, mengakui pantai Nias Barat lebih nyaman ketimbang di Bali.

Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Bupati Faduhusi Daely terus giat membangun untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Ini dibuktikan dengan telah dibangunnya infrastruktur jalan yang menghubungkan Ibukota Kabupaten Onolimbo dengan bebrapa Kecamatan dan Desa. Pengaspalan yang apik tentunya berdampak pada denyut nadi perekonomian di Nias Barat.

Pantauan wartawan secara langsung dilapangan, terlihat pembangunan jalan serta jembatan dari pusat pemerintahan Kabupaten Nias Barat menuju salah satu kecamatan seperti Kecamatan Sirombu telah selesai dibangun.

Obyek Wisata Nias Barat di Kecamatan Lahomi, Nias Barat (foto suyadi/BERITA9)

Jalan menuju Sirombu ini pada Bulan Maret 2017, terpantau kondisinya masih kupak-kapik alias penuh dengan lubang, bahkan beberapa jembatan sangat sulit untuk dilalui karena ada yang beralaskan kayu serta tunggul kelapa. Namun kondisnya berubah total ketika pada bulan Mei 2017 atau dua bulan setelah kami datang, kondisi itu telah berubah, jalan yang tadinya kopak kapik menjadi mulus beraspal hitam legam dan jembatan-jembatan kayu itupun telah berubah menjadi jembatan beton.

Untuk diketahui, perjalanan dari Kabupaten menuju Kecamatan Sirombu saat belum dibangun bisa memakan waktu hampir 2 jam lebih, namun setelah terbangun dapat ditempuh dalam waktu relatif lebih cepat.

Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli Menghadiri sekaligus membuka secara resmi pelatihan pendampingan Industri rumah tangga (Home Industri) di Balai Serba Guna Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/06).

Fakta ini merupakan proses dari wujud janji yang pernah diucapkan Faduhusi Daely di awal ia terpilih sebagai Bupati Nias Barat. “Saat ini, masih tersisa sekitar 280 km lagi jalan yang harus dibangun antara ibukota kecamatan dan kabupaten, termasuk desa. Kita perkirakan paling lambat tahun ke-3 dapat kita selesaikan,” ucap Faduhusi setahun yang lalu, tepatnya Tanggal 26 April 2016.

Saat itu, Faduhusi juga menyatakan bagi pihaknya yang sangat penting selain pembangunan secara umum seperti jalan, juga pembangunan fasilitas air bersih, irigasi, bidang pendidikan dan bidang kesehatan serta pembenahan internal aparatur sipil negara.

Secara berproses, kesemuanya itu saat ini tengah dilakukan namun tak lupa Faduhusi mengingatkan bahwa sejak awal dirinya telah mengajak semua elemen masyarakat termasuk ASN, LSM, Pers dan DPRD untuk bekerjasama membangun daerah.

“Kami mengajak semua elemen bekerjasama, karena saya dan wakil bupati tidak bisa bekerja tanpa dukungan seluruh seluruh masyarakat. Tidak ada lagi golongan A, tidak ada lagi golongan B. Kita semua Hasambua. Nias Barat Hasambua. Mari bekerjasama membangun Nias Barat,” ujar Faduhusi saat itu.

Faduhusi juga mengakui memiliki begitu banyak pekerjaan, termasuk mengambil kebijakan strategis yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat Nias Barat.

Salah satu sudut keindahan pantai di Nias Barat (fotografer medan.net)

Khusus jalan dari Kota Gunungsitoli menuju Nias Barat, kata Faduhusi, masih menjadi tanggung jawab Provinsi Sumatera Utara. Upaya menembus birokrasi yang rumit dilakoni Faduhusi dengan mendatangkan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoli dan Gubernur Sumut ke Nias Barat pada tanggal 11 April 2017 yang lalu.

Kehadiran dua pejabat tinggi tersebut ternyata berdampak positif, Gubernur Sumut Teuku Ery Nuradi memastikan Pemerintah Provinsi Sumut akan menyelesaikan pembangunan jalan utama tersebut pada anggaran tahun 2017 in. Hal itu sebagai bukti kuatnya pengaruh Bupati Faduhusi Daeli ke pemerintah pusat dan provinsi.

Bupati yang Bertoleransi Tinggi

Apresiasi Faduhusi Daely selaku Bupati Nias Barat atas kegiatan keagamaan sangatlah tinggi. Sebagai Kabupaten yang penduduknya mayoritas beragama Kristen seperti agama yang dianutnya. Ia tetap memberikan dukungan penuh kepada penganut agama Islam sebagai agama minoritas didaerah tersebut untuk membangun sebuah pusat pendidikan berbasis pesantren di Kecamatan Sirombu.

Dukungan atas itu bukan hanya sebatas ucapan. Ia ikut terjun langsung melihat tanah peruntukkan atas pesantren tersebut yang dihibahkan oleh salah seorang warga Sirombu.

Pemda setempat membangun wahana yang dinamakan Panggung Budaya Rakyat tempat pertunjukan kebudayaan eksotik yang dimiliki masyarakat Nias Barat (foto suyadi/BERITA9)

Bagi dirinya, semua warganya adalah saudara dan perbedaan yang ada sebagai warna yang memperindah keberadaan Nias Barat. Toleransi yang kuat antar sesama umat beragama yang ada di Kabupaten Nias Barat juga merupakan investasi yang tak ternilai harganya, yang tentunya akan berimbas pada kepercayaan semua pihak untuk turut membangun daerah tersebut.

Apalagi Kabupaten Nias Barat dengan semua keindahan alami ciptaan Tuhan yang dimilikinya saat ini, telah dilirik banyak investor dari dalam dan luar negeri. Sehingga dengan semakin terbangunnya toleransi antar sesama tentu juga menciptakan perdamaian yang berpengaruh pada tingginya tingkat kepercayaan semua pihak dalam membangun Pulau Nias khususnya Nias Barat.

Kemampuan loby Bupati Nias Barat mengajak langsung para pejabat pusat dan daerah di Kabupaten paling barat di Indonesia ini, tidak hanya sebatas pada loby semata, membangun komunikasi aktif kepada para tokoh masyarakat agama dan ulama, pemuda dan lapisan masyarakat umum, juga dilakukan Faduhusi untuk mewujudkan obsesinya menjadikan Nias Barat sebagai Kabupaten yang Religius, Ramah dan Bersahabat. (tim)

–bersambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *