Sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat Dikaburkan

“Apakah begini sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat? Apakah hanya nama empat orang yang disebut tadi tokoh pemekaran dan kebetulan satu marga?

Mengapa nama beberapa orang lagi tidak disebut pada hal mereka juga punya andil?

Penulis : Adrianus Aroziduhu Gulo

Hari Ulang Tahun Kabupaten Nias Barat yang ke 9 (sembilan) telah dirayakan secara meriah pada tanggal 26 Mei 2018 di halaman kantor bupati Kabupaten Nias Barat. Perayaan kali ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para undangan lainnya dari berbagai penjuru.

Hal undangan padajejaring sosial WhatsApps PMNBI dan Aekhula Group ada beberapa orang yang mengeluh, kecewa, karena undangan belum sampai, terlambat. Mengenai undangan tentu panitia dan Pemkab Nias Barat yang lebih tahu pendistribusiannya serta siapa yang layak dan pantas diundang, sebab mereka punya hak dan kuasa untuk itu.

Pada acara tersebut tidak lupa dibacakan “Sejarah singkat pembentukan Kabupaten Nias Barat” yang telah disusun oleh tim yang dibentuk Pemkab Nias Barat. Pembacanya adalah orang yang telah diseleksi Panitia dan Pemkab Nias Barat yaitu : Drs. FG. Martin Zebua pembina senior Ormas Salom. Selain agar para undangan punya referensi panitia membagikan fotocopy sejarah singkat pembentukan kabupaten Nias Barat, juga sebagai tanda bahwa tim telah bekerja sekaligus bukti pendukung pengeluaran keuangan panitia. Maklum, sekarang masa transpransi.

Namun, setelah acara resmi selesai seorang undangan an. AG mempertanyakan sekaligus keberatan atas isi sejarah singkat pembentukan Kabupaten Nias Barat dengan mengatakan : “Apakah begini sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat? Apakah hanya nama empat orang yang disebut tadi tokoh pemekaran dan kebetulan satu marga?

Mengapa nama beberapa orang lagi tidak disebut pada hal mereka juga punya andil? contoh, sekjen ormas Salom, Ketua dan Sekretaris BPP Kanisbar, ketua dan sekretaris TSP Kanisbar. Apakah tim sengaja mengaburkan sejarah?

Hal ini harus segera diluruskan agar anak cucu kita tidak keliru memahami sejarah Nias Barat. Kami harap kepada Bupati Nias Barat agar tim tidak salah melulu supaya disupervisi oleh ahli sejarah dan orang yang tahu tentang Nias Barat, jangan keuangan daerah yang dipakai untuk membuat sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat terbuang sia-sia,” tandas AG.

Sedikit Tegang

Pertanyaan tajam dan benar dari AG membuat situasi sedikit tegang apa lagi seorang tokoh pemekaran dan sudah banyak bekerja tidak disebut namanya berkomentar : “Apa yang dibacakan tadi adalah mimpi dan khayalan pembaca karena itu dipahami saja, sebab mimpi orang berbeda-beda.”

Suasana kekeluargaan dari acara resmi ,ramah tamah dan makan bersama yang sudah disiapkan oleh panitia dengan lauk pauk puluhan ekor/simbi ono mbawi sesolo (OS) yang sudah mulai ditradisikan. Menjadi sirna. Pada hal panitia sudah berusaha mencari dana dari berbagai pihak untuk mendukung kelancara acara tersebut.

Akhirnya ketegangan cair setelah ada dialog yang saling menghargai dan memahami. Ketua DPRD dan beberapa orang tokoh yang hadir mengharapkan agar kedepan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kita harapkan tim menulis dan merumuskan sejarah pembentukan kabupaten Nias barat berdasarkan bukti dan fakta, bukan asumsi.

Tim tidak boleh di intervensi oleh siapa pun termasuk kepentingan penguasa. Kepada pembaca Sejarah Singkat Pembentukan Nias Barat tahun 2019, agar hati-hati. Dibaca dulu dan kalau tidak cocok jangan dibaca supaya tidak terjadi polemik yang berkepanjangan dan menimbulkan perpecahan diantara kita. Apabila tim perumus tidak tahu tanya kepada yang tahu sejarah pebentukan Nias Barat, jangan tanya kepada orang yang merasa tahu.

Pahami Sejarah

Presiden Republik Indonesia pertama Bpk Ir. Soekarno dalam pidatonya saat ulang tahun Kemerdekaan RI di Istana Negara tanggal 17 Agustus 1966 menyatakan : Jas Merah ‘Jangan sekali-kali melupakan sejarah !’ Apa yang tidak bisa ditinggalkan? Jawabannya mari kita perhatikan pendapat Muhammad Yamin tentang sejarah. Muhammad Yamin mengatakan : ‘ejarah adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil pengetahuan beberapa peristiwa yang dibuktikan dengan bahan kenyataan,’.

Pun pula, apabila kita baca dalam google mobeles blogspot.com memberi defenisi sejarah sebagai berikut : Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan. Sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban yang terjadi pada manusia/sifat manusia.

Dari kedua defenisi diatas ada beberapa kata atau kalimat kunci yaitu, pengetahuan, penyelidikan, peristiwa, dibuktikan, manusia, peradaban, watak atau sifat. Artinya bila sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat disusun berdasarkan kata kunci tersebut, maka tidak ada yang keberatan. Misalnya, ‘Pengetahuan’ metologi apa yang dipakai dalam penulisan dan penyelidikan peristiwa?

Lalu, ‘peristiwa’, ‘dimana dan kapan peristiwanya? “Manusia”. Siapa orangnya, dimana orangnya, apa jabatanya serta mengapa ia mengerjakan itu ?.

‘Peradaban,’ bagaimana kecerdasanya dalam memimpin? Bagainana sopan santunya dalam interaksi sosial? Bagaimana budi bahasanya dan tutur katanya? Semua itu harus bisa dibuktikan dengan data akurat dan terukur. Dengan demikian nama-nama orang yang sudah bekerja dan berjasa dalam pembentukan Kabupaten Nias Barat, harus disebut namanya tanpa kecuali.

Mereka Punya Hak Namanya Dicatat

Dalam teks Proklamasi Kemerdekaan RI yang dibacakan setiap tanggal 17 Agustus atau pada hari-hari besar tertentu tertulis dengan jelas Soekarno Hatta. Mengapa ? Karena kedua orang tersebut yang memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945.

Kendatipun tidak analog dengan teks proklamasi. Dalam sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat, kalau organisasi Ormas Salom dianggap sebagai lembaga formal, maka ketua Salom Aroziduhu Daeli dan Sekjen Adieli Gulo harus ditulis, karena mereka berdua menandatangani surat keputusan pengangkatan BPP Kanisbar sebagai organisasi operasional dalam memperjuangkan pemekaran Kabupaten Nias Barat.

Hal ini fakta dan harus diakui, tanpa BPP Kanisbar perjuangan pemekaran tidak berjalan mulus, sebab Ormas Salom hanya sebagai rumah bersama dan dapur pemikir. Karena itu, Ketua dan Sekjen BPP Kanisbar yaitu Zemi Gulo, SH dan Raradodo Daeli, S.IP berhak dicatat nama mereka dalam sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat. Selain itu, Ketua dan Sekretaris TSP Kanisbar yaitu Todoaro, Gulo,SPd(alm) dan Yasaro Daeli, S.IP, juga punya hak nama mereka dicatat.

Tidak kalah penting beberapa nama sebagai berikut: Bupati Nias Binahati B. Baeha, SH punya andil besar dalam pemekaran Nias Barat, jika beliau tidak mendukung maka usaha pemekaran bisa berjalan ditempat. Sekda Kabupaten Nias Drs. FG Martin Zebua yang mengkoordinir pimpinan SKPD mendukung pembiayaan pemekaran.

Beberapa eselon II dan Anggota DPRD asal pemilihan dapil 3 wilayah Nias Barat saat itu, telah berpartisipasi membantu dalam keuangan. Apakah pemekaran jadi kalau tidak ada biaya operasional? Jawabnya. Imposible,tidak mungkin.

Beberapa nama senior Ormas Salom yang selalu menekankan keluarga besar salom harus “kompak dan solid”, perlu dipertimbangkan antara lain: A.A. Giawa, Ama Arif Gulo(alm), ama Fandel Daeli(alm), Ama Hiburan Halawa(alm), Ama Sorni Daeli(alm),ama Gaeli Maruhawa, ama Iriani Gulo(alm) yang berpesan rumahnya siap digunakan tempat pertemuan kapan saja, Raradodo Daeli pengganti antar waktu ketua Salom karena bpk Aroziduhu Daeli meninggal dunia.

Penghargaan sebesar-besarnya kita berikan kepada saudara Drs. Martin Lutter Daeli, MM (alm), Firman Jaya Daeli SH, yang memiliki lobi tinggi kepada pemerintah Provinsi dan Pusat serta DPR RI, sehingga proses pemekaran berjalan lancar.

Akan tetapi tanpa dukungan moril dan material keuangan dari Pemkab Nias, DPP Ormas Salom, BPP Kanisbar dan para tokoh Nias Barat adalah sesuatu yang mustahil. Kemudian penyerahan tanah dari Eliakim Daeli,dkk tidak ada artinya bila tidak ada gotong royong yang digerakkan oleh DPP Ormas Salom dan BPP Kanisbar termasuk pembangunan gedung Bangunan Serba Guna(BSG).

Tidak Menyentuh Substansi

Ada kesan sejarah yang disusun Tim dan dibacakan tanggal 26 Mei 2018 asal jadi dan tidak menyentuh substansi, nalar sehat dikesampingkan secara terang-terangan dengan menghilangkan atau sekurang-kurangnya mengaburkan beberapa nama tokoh, dan memasukkan pahlawan kesiangan yang tidak pernah kerja keluarkan keringat, tetapi panen pujian.

Memasukan kegiatan Pj. Bupati Nias Barat Faduhusi Daely seperti mendirikan 26 buah sekolah dan membuka jalan di ibu kota selebar 16 meter serta memulai pembangunan 5 kantor, merupakan bukti ketidak profesionalnya tim dan indikasi interfensi dari penguasa. Sejatinya kegiatan tersebut tidak memenuhi unsur sejarah melainkan program pemerintah daerah.

Perhatikan judulnya “Sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat” bukan Sejarah Kabupaten Nias Barat, apalagi bukan sejarah program pembangunan Nias Barat.

Itulah logika berfikir dan diterima oleh akal sehat. Muncul pertanyaan. Kalau program kerja Pj, Bupati Faduhusi Daely, S.Pd dimasukan semua dalam sejarah pembentukan kabupaten Nias Barat, lalu kenapa program kerja semasa Pj. Bupati Drs. Sudirman Waruwu dan Bupati/Wakil Bupati defenitif A.A Gulo dan Hermit Hia tidak dimasukkan semua?

Padahal zaman mereka semua kantor telah dibangun. Apakah karena mereka tidak berkuasa lagi? Seandainya, kalau program/kegiatan Pj. Bupati Faduhusi Daely, S.Pd tersebut dimasukkan dalam sejarah, jangan hanya yang baik-baik saja.

Kekurangan pun perlu ditulis, supaya berimbang, seperti keributan dan kekacauan pada saat penerimaan CPNS tahun 2009 yang membuat ratusan orang anak bangsa,terutama putera/i Nias Barat menjadi korban dan dipermalukan. Sehingga timbul istilah komputer lompat-lompat. Tim penyusun sejarah pembentukan kabupaten Nias Barat harus fair.

Akhirnya, kita harap kepada tim bentukan pemkab Nias Barat bekerja secara profesional dan mampu membedakan antara Sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat dengan Sejarah Kabupaten Nias Barat dan Sejarah Program Pembangunan Kabupaaten Nias Barat.

Sebelum dibukukan perlu diseminarkan/uji publik, agar sejarah yang dihasilkan dapat diterima oleh semua pihak. Masyarakat menunggu. Apabila hasil kerja tim nanti tidak memuaskan, maka kita harapkan kepada tokoh masyarakat Nias Barat untuk membentuk tim independen yang tidak punya kepentingan dan mengintervensi penyusunan sejarah pembentukan Kabupaten Nias Barat. Agar semboyan “Hasambua” tidak sebatas retorika. Semoga. (*)

11 tanggapan untuk “Sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat Dikaburkan

  • 05/06/2018 pada 12:44 am
    Permalink

    Bravo pak A.A.GULO. SEJARAH jgn dilupakan.

    Balas
  • 05/06/2018 pada 1:52 am
    Permalink

    Terima kasih pak AA Gulõ, pencerahan dan pemahaman yg baik, pembentukan kab nisbar itu juga didukung warga nisbar yg ada atau berdomisili di gusit, jgn dilupakan mereka, walau kecil mereka telah berkontribusi juga.

    Balas
  • 05/06/2018 pada 2:25 pm
    Permalink

    Melupakan seseorang yg telah memberimu banyak kenangan indah adalah hal yg sangat sulit bagi jiwa yang sehat.

    Mereka sdh bersusah payah, belum tentu mereka sudah menikmati spt kita, apa salahnya bila memberi satu penghargaan saja, satu penghargaan saja…..”Catatlah nama mereka” sebagai Pahlawan tak kenal lelah.

    Balas
  • 06/06/2018 pada 1:03 am
    Permalink

    Sejarah pemekaran Kab Nias Barat, yang telah disampaikan pada Peringatan HUT Kab Nias Barat, nampaknya kurang memberi warna sejarah. Menyepelekan orang lain sangat jelas. Jasa, dukungan, pengorbanan orang orang tertentu untuk pemekaran lab. Nias Barat tidak disampaikan. Penting disadari bahwa penyampaian sejarah pemekaran kab nias barat oleh tim sangat kabur. Seakan hanya orang tertentu saja yang berjasa. Kami masyarakat sangat berharap agar diklarifikasi oleh tim, sejarah lab. Nias Barat sehingga masyarakat tidak kecewa. Sebutlah orang orang yang telah berperan. Desa Lahomi sangat mendukung, jangan abaikan. Akhirnya semoga ini menjadi sebuah masukan

    Balas
  • 06/06/2018 pada 1:35 am
    Permalink

    Sesungguhnya Bapak A.A. Gulõ, adalah juga pelaku sejarah Pembentukan Kabupaten Nias Barat, tulisan beliua sangat terang benderang akan kebenaran sejarah. Salam…, Ya’ahowu!

    Balas
  • 06/06/2018 pada 11:36 am
    Permalink

    Banyak yg mengaku-ngaku tokoh pemekaran sekarang ini padahal dulu sebagai Penghalang (tidak setuju dgn pemekaran) kab.nias barat bahkan menolak pemekaran, jadi klu mau jujur libatkan orang yg pertama menggagas pemekaran nias barat ini.
    Banyak sekali unsur terpenting dlm memperjuangkan terbentuknya kab.nias barat ini, jadi tlg libatkan mereka dan klu gak tau ya bertanya sama yg tau tp jgn yg hanya mau menonjolkan diri mereka yg di undang kapan ada rapat sejarah pembentukan kab.nias barat kedepan.
    Klu dulunya menolak pemekarang baiknya jangan terlampau banyaklah berkoar-koar krn banyak yg hanya menikmati setelah terbentuknya kab.nias barat ini. Tks

    Balas
  • 06/06/2018 pada 11:40 am
    Permalink

    Perbaikan…
    Tertulis pemekarang seharusnya pemekaran.

    Balas
  • 06/06/2018 pada 12:05 pm
    Permalink

    Baiknya semua masukan yang masuk akal wajib diterima sebagai bahan kepada Tim. Tim dan narasumber perlu menganalisa semua masukan. Jadi baiknya duduk bersama dengan para ahli sejarah. Termasuk yang sudah berperan aktif saat itu. Yanh betul-betuk tau faktanya.

    Balas
  • 08/06/2018 pada 10:55 am
    Permalink

    Luar biasa penecerahannya pak… semoga ke depan tidak terjadi kesalah pahaman lagi..
    Smoga secepatnya ditanggapi oleh yg berwajib…

    Balas
  • 26/06/2018 pada 3:51 pm
    Permalink

    Saya Sangat terharu membacakan sejarah nias barat ini, yg dituliskan dengan tersusun namun masih adanya kekeliruan yg sangat sangat fatal, bapak/ibu yg terhormat saya mau tanya: sejak kapan ada biaya dan pergerakan Dpp salom dalam gotong royong ?? perlu bapak ingat semua nya bahwa justru tanpa ada penghibah tanah, dan gotong royong masyarakat dan termasuk para penghibah ikut tulus dalam bergotong royong tanpa biaya di kabupaten nias barat maka kabupaten nias barat ini yg tdak akan ada. Dpp salom engkau mencari nama dan tidak menghargai usaha keringat mereka. Ajak kami duduk yg pernah memegang cangkul dan sebilah parang demi terbentuknya nias barat. Biar kami pahamkan kalian dengan peryataan itu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *